Bawaslu Sleman Gandeng Gerakan Pemuda Ansor Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Sleman – Bawaslu Kabupaten Sleman mengajak Gerakan Pemuda (GP) Ansor aktif mengawasi pemilu melalui penguatan pengawasan partisipatif. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula Tahun 2026 di Peace Village, Taraman, Sinduharjo, Ngaglik, Sabtu (24/10/2026).
Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, S.H., menyampaikan materi bertema “Menegaskan Peran Organisasi Kepemudaan sebagai Garda Depan Pengawal Demokrasi.”
Yuwan menegaskan, pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. “Satu suara harus dijaga, satu kecurangan dilawan,” tegasnya.
Menurutnya, GP Ansor memiliki jaringan hingga tingkat desa dan militansi kader yang kuat sehingga berpotensi menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawasi pemilu. Kader Ansor diharapkan turut mencegah politik uang, menangkal hoaks, serta mendorong masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu sesuai ketentuan.
Melalui pengawasan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berperan aktif menjaga integritas pemilu. Bawaslu Sleman mengajak kader GP Ansor menjadi pelopor pengawasan di lingkungannya, menyebarkan edukasi kepemiluan, dan mengajak masyarakat berani menolak setiap bentuk pelanggaran.
Kolaborasi ini diharapkan memperluas jangkauan pengawasan hingga tingkat desa serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. (hnd)