Lompat ke isi utama

Berita

PMI Juga Bisa Berkontribusi Untuk Pembangunan Demokrasi

Foto Pimpinan Bawaslu Sleman menghadiri acara Tasyakuran PMI ke-81

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, S.H., menghadiri tasyakuran HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Markas PMI Kabupaten Sleman, Jumat (16/10/2026).

SLEMAN — Semangat kemanusiaan tidak cukup diwujudkan melalui simbol dan seragam, tetapi harus hadir dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) yang digelar di Markas PMI Kabupaten Sleman, Jumat (16/10/2026) malam.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, S.H., hadir memenuhi undangan PMI mewakili Bawaslu Kabupaten Sleman. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Yuwan, semangat kemanusiaan yang dijalankan PMI memiliki nilai penting bagi kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas.

“Pengabdian yang dilakukan PMI mengingatkan kita bahwa kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat menolong, gotong royong, dan kesediaan untuk terlibat demi kepentingan bersama juga menjadi nilai penting dalam pengawasan pemilu. Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mengawal demokrasi,” ungkap Yuwan.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan PMI di tengah masyarakat harus dibuktikan melalui integritas dan kinerja nyata, bukan sekadar simbol atau seragam. Ia juga mengajak seluruh anggota dan pengurus untuk terus menggelorakan semangat kemasyarakatan serta memperkuat kerja sama secara berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pesan kemanusiaan turut disampaikan Ustaz H. Ponimin dalam tausiyahnya. Ia mengajak insan PMI untuk mengutamakan tiga hal dalam kehidupan, yakni memiliki jiwa penolong, senantiasa memberikan kebaikan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, nilainya tetap berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian membutuhkan kepedulian, konsistensi, dan kolaborasi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan yang mengatur penyelenggaraan kepalangmerahan, termasuk peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan.

Dalam konteks pengawasan pemilu, semangat yang sama juga diperlukan untuk mendorong keterlibatan masyarakat. Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang mengawasi tahapan pemilu, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar masyarakat berani mengambil peran dalam menjaga demokrasi yang jujur dan berintegritas.

Melalui momentum HUT ke-81 PMI, semangat kemanusiaan diharapkan terus tumbuh menjadi aksi nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Sebab, baik dalam kerja kemanusiaan maupun menjaga demokrasi, kepedulian akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan dan kolaborasi yang berkelanjutan. (nfs)