Berada di Kawasan Rawan Letusan Gunung Berapi, Bawaslu Sleman Pelajari Mitigasi Bencana
|
Menjadi pengawas pemilu di kawasan rawan bencana, seperti wilayah sekitar gunung berapi, gempa bumi, atau daerah rawan lonsor, menuntut kesiapsiagaan tinggi, pemahaman prosedur mitigasi, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk mengamankan hak pilih dan logistik.
Menjadi pengawas pemilu di kawasan rawan bencana, seperti wilayah sekitar gunung berapi, gempa bumi, atau daerah rawan lonsor, menuntut kesiapsiagaan tinggi, pemahaman prosedur mitigasi, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk mengamankan hak pilih dan logistik.
Sehubungan dengan hal itu,Bawaslu Kabupaten Sleman bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana yang diikuti oleh pimpinan dan jajaran sekretariat pada Rabu, 8 Juli 2026.
Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman, Ahmad Sidiq Wiratama, menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan mitigasi bencana bagi jajaran pengawas Pemilu ini adalah sebagai salah satu bentuk langkah-langkah pencegahan apabila terjadi bencana alam pada saat hari pemungutan suara .
“Langkah awal pencegahan dari jajaran pengawas Pemilu yang ada di Kabupaten Sleman sekaitan dengan daerah rawan bencana adalah melakukan pemetaan TPS rawan dengan cara mengidentifikasi titik TPS yang berada di jalur bahaya bencana alam seperti lahar, longsor, atau banjir lahar dingin,” tutur alumni Fakutlas Ilmu Budaya UGM ini.
Selain itu, pelatihan ini untuk mengetahui prosedur mitigasi logistik Pemilu, tata cara koordinasi dalam kondisi darurat, dan mencegah penyalahgunaan bantuan darurat bencana yang disusupi atribut atau kepentingan kampanye peserta pemilu,” tambahnya.
“Tidak kalah penting juga bahwa pelatihan mitigasi dan tanggap darurat bencana ini juga untuk memastikan jajaran pengawas Pemilu di Kabupaten Sleman dapat melakukan prosedur penyelamatan diri sesuai dengan ketentuan jika terjadi bencana alam saat pengawas Pemilu bertugas,” pungkasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Nafisatun Hanifah, menyampaikan jika materi dan pengetahuan yang ia dapatkan dalam pelatihan bersama dengan BPBD Kabupaten Sleman ini sangat bermanfaat meskipun yang ia pelajari hari ini merupakan hal yang baru baginya.(*)