Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Literasi Pemilih Pemula, Bawaslu Sleman Lakukan Uji Petik, Temukan Dua Pemilih Belum Tercatat di DPT

foto sosialisasi pemilih pemula

Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, berikan pendidikan politik dan kepemiluan kepada siswa dan siswi SMK YPKK 2 Sleman (24/9/2026)

BAWASLUSLEMAN — Bawaslu Kabupaten Sleman kembali melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di SMK YPKK 2 Sleman, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan tersebut menyasar peserta didik dengan audiens yang berbeda pada setiap pelaksanaannya.

BAWASLUSLEMAN — Bawaslu Kabupaten Sleman kembali melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di SMK YPKK 2 Sleman, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan tersebut menyasar peserta didik dengan audiens yang berbeda pada setiap pelaksanaannya.

Kali ini, kegiatan diikuti oleh 32 siswa kelas XI Bisnis Digital (BD) 2. Kehadiran Bawaslu Sleman diterima oleh Ibu Diah dan Ibu Novi dari SMK YPKK 2 Sleman.

Mengusung materi “Menjadi Pemilih Pemula yang Bijak”, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian Pemilu dan Pemilihan, tugas dan kewenangan Bawaslu, pentingnya partisipasi masyarakat, serta peran pemilih pemula dalam mendukung pelaksanaan Pemilu yang demokratis.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Sleman juga memberikan penguatan mengenai karakteristik pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Pemilih pemula didorong untuk tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali informasi, mempertimbangkan pilihan secara rasional, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, peserta diajak mengenali perkembangan praktik politik uang yang dapat berlangsung melalui berbagai bentuk dan sarana, termasuk dengan memanfaatkan teknologi dan platform digital. Bentuk-bentuk transaksi seperti penggunaan e-wallet, aset kripto, saham, maupun sarana digital lainnya menjadi bagian dari isu yang perlu dipahami oleh pemilih pemula seiring dengan perkembangan teknologi.

Di akhir kegiatan, Bawaslu Sleman melaksanakan uji petik terhadap siswa yang telah berusia 17 tahun dan memiliki KTP sebagai bagian dari upaya memastikan pemilih pemula terdata dalam daftar pemilih.

Hasil uji petik menunjukkan bahwa dari tiga siswa yang dilakukan pengecekan, dua siswa belum tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada layanan pengecekan data pemilih secara daring. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan data pemilih, sekaligus memberikan edukasi kepada pemilih pemula mengenai pentingnya memastikan status dan data kepemilihannya.

Melalui pelaksanaan Bawaslu Goes to School secara berkelanjutan, Bawaslu Sleman terus mendorong sekolah menjadi ruang edukasi kepemiluan yang mampu membangun kesadaran politik generasi muda. Pemilih pemula diharapkan tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga mampu menggunakan hak tersebut secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab.