Lompat ke isi utama

Berita

Angkat Tema Pemilu Inklusif dari Lereng Merapi,Bawaslu Sleman Luncurkan Video Bawaslu Membelajarkan Volume 2

thumbnail Bawaslu Membelajarkan

Gambar sampul (thumbnail) video Bawaslu Membelajarkan Bawaslu Kabupaten Sleman yang tayang di kanal Youtube Bawaslu Kabupaten Sleman

BAWASLUSLEMAN-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman resmi meluncurkan video edukasi kepemiluan bertajuk Bawaslu Membelajarkan Volume 2 dengan subtema "Pemilu Inklusif dari Lereng Merapi" yang diunggah ke kanal Youtube resmi Bawaslu Kabupaten Sleman pada Kamis, 3 September 2026.

BAWASLUSLEMAN-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman resmi meluncurkan video edukasi kepemiluan bertajuk Bawaslu Membelajarkan Volume 2 dengan subtema "Pemilu Inklusif dari Lereng Merapi" yang diunggah ke kanal Youtube resmi Bawaslu Kabupaten Sleman pada Kamis, 3 September 2026.

Video edukasi ini dibawakan langsung oleh lima pimpinan Bawaslu Kabupaten Sleman, yaitu Arjuna Al Ichsan Siregar, Raden Yuwan Sikra, Antonius Hery Purwito, Ahmad Sidiq Wiratama, dan Fadhly Kharisma Rahman. Keterlibatan langsung seluruh jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen kolektif lembaga dalam menyampaikan pesan edukasi kepemiluan kepada masyarakat.

Pemilihan subtema "Pemilu Inklusif dari Lereng Merapi" menegaskan komitmen Bawaslu Kabupaten Sleman dalam mendorong partisipasi pemilu yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan karakteristik geografis khusus seperti kawasan lereng Gunung Merapi. 

Melalui video ini, Bawaslu Kabupaten Sleman ingin menunjukkan bahwa hak pilih dan akses terhadap informasi kepemiluan harus dapat dijangkau oleh semua warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di daerah dengan tantangan geografis dan status kebencanaan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar menyampaikan bahwa video ajar Bawaslu Membelajarkan merupakan bentuk inovasi pencegahan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan yang dilakukan sejak dini, yakni pada masa pra-tahapan.

"Video ajar Bawaslu Membelajarkan dari Sleman merupakan inovasi pencegahan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan sejak dini di masa pra tahapan. Harapannya pelayanan dan akses hak pilih masyarakat rentan semakin terfasilitasi dengan baik pada Pemilu dan Pemilihan di masa mendatang. Terutama bagi wilayah Sleman yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi," tuturnya.

Konten dalam video tersebut disusun sebagai bagian dari upaya pencegahan pelanggaran pemilu melalui edukasi publik, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Video edukasi persembahan Bawaslu Kabupaten Sleman ini secara khusus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kondisi geografis dan risiko bencana dapat menciptakan hambatan terhadap pemenuhan hak pilih. Melalui pendekatan ini, Bawaslu Kabupaten Sleman ingin memastikan bahwa faktor kebencanaan, khususnya di kawasan rawan seperti lereng Gunung Merapi, turut menjadi perhatian dalam upaya pemenuhan hak konstitusional warga untuk memilih.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Sleman Ahmad Sidiq Wiratama mengutarakan bahwa wilayah lereng Gunung Merapi memiliki potensi erupsi, tanah longsor, dan gangguan akses yang dapat berdampak terhadap lokasi TPS, mobilitas pemilih, distribusi logistik, serta partisipasi masyarakat.

Pembelajaran dalam video ini menempatkan prinsip "no one left behind" sebagai gagasan utama, yaitu memastikan kelompok rentan dan masyarakat terdampak letusan Merapi tetap memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

Bawaslu Kabupaten Sleman mengajak seluruh lapisan dan elemen masyarakat untuk menonton dan menyebarluaskan video Bawaslu Membelajarkan Volume 2 tersebut sebagai salah satu upaya bersama membangun kesadaran dan budaya pengawasan pemilu di tengah masyarakat.

Dengan diluncurkannya video ini, Bawaslu Kabupaten Sleman berharap dapat terus memperluas jangkauan edukasi kepemiluan secara kreatif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, sejalan dengan semangat mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan inklusif bagi seluruh warga Kabupaten Sleman, khususnya di wilayah atau kawasan rawan bencana.(*)