Lompat ke isi utama

Berita

PPPK Bawaslu Sleman Ikuti Pembelajaran Tugas dan Fungsi ASN

foto bersama

PPPK Bawaslu Kabupaten Sleman ikuti pembelajaran MOOC di Bawaslu DIY (9/9/2025)

BAWASLUSLEMAN-Empat orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman Tahun Anggaran (TA) 2024, Arsyad Aziz, Eko Cahyo Pambudi, Heru Budi Sasongko, dan Lukman Arse Mubarok mengikuti pelaksanaan pembelajaran kurikulum pengenalan tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Massive Open Online Course (MOOC) yang disediakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Selasa, 9 September 2025

BAWASLUSLEMAN-Empat orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman Tahun Anggaran (TA) 2024, Arsyad Aziz, Eko Cahyo Pambudi, Heru Budi Sasongko, dan Lukman Arse Mubarok mengikuti pelaksanaan pembelajaran kurikulum pengenalan tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Massive Open Online Course (MOOC) yang disediakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Selasa, 9 September 2025.

Bertempat di ruang Abhipraya Bawaslu DIY, bersama dengan PPPK Bawaslu Kabupaten/Kota se-DIY TA 2024, mereka diminta untuk segera menyelesaikan dalam mempelajari modul dan video tentang tugas, fungsi, dan kedudukan ASN yang terdapat pada aplikasi Sibangkom (Sistem Pengembangan Kompetensi) yang merupakan salah satu platform pengembangan kompetensi yang dikembangkan oleh LAN untuk para PPPK.

Setelah mempelajari semua modul dan video, para peserta MOOC diminta untuk membuat jurnal atau rangkuman dari semua materi yang telah dibaca dan ditonton. Jurnal yang telah dibuat nantinya akan diunggah sebagai syarat untuk mengerjakan evaluasi akademik. PPPK diberi waktu 15 hari untuk menyelesaikan semua tugas sejak hari pertama membuat akun di platform Sibangkom.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Drs.Suparno, menyampaikan bahwa PPPK terlantik wajib mengikuti Swajar (Sistem Wajib Belajar) atau SWAJAR PPPK karena ini merupakan pelatihan dasar untuk membentuk kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan perilaku calon PPPK sesuai dengan nilai-nilai ASN, serta untuk persiapan pengangkatan resmi menjadi ASN.

“Setelah mengikuti program Swajar melalui platform Sibangkom dengan metode MOOC ini, PPPK akan mengerjakan evaluasi akademik dan jika lolos dengan nilai minimal 75 poin, mereka akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah lolos dalam orientasi dan sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak kerja di lima tahun berikutnya,” ungkapnya.

Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pelatihan dasar dan orientasi bagi PPPK Bawaslu TA 2024 yang dilantik pada 1 Juli lalu dilakukan secara daring. Namun demikian, para peserta orientasi berharap kualitas dan manfaat pembelajarannya tidak akan jauh berbeda dengan yang diselenggarakan secara luring.(*)