MANFAATKAN MASA NON-TAHAPAN, BAWASLU SLEMAN TINGKATKAN KAPASITAS KEHUMASAN
|
BAWASLUSLEMAN-Dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis jajaran pengawas Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan dengan tema belajar teknik penulisan straightnews, indepth, dan features pada Senin, 5 Mei 2025 yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman.
BAWASLUSLEMAN-Dalam rangka meningkatkan kemampuan menulis jajaran pengawas Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan dengan tema belajar teknik penulisan straightnews, indepth, dan features pada Senin, 5 Mei 2025 yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman.
Hadir sebagai narasumber adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar. Dalam penjelasannya, alumni Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto ini mengutarakan jika kegiatan tulis-menulis ini sangat erat kaitannya dengan profesi seorang pengawas Pemilu.
“Sebagai seorang pengawas Pemilu, kita harus selalu menarasikan hasil pengawasan kita dalam bentuk tulisan dan kemudian kita tuangkan dalam formulir A Pengawasan,” tuturnya.
“Itulah mengapa profesi kita bersinggungan dengan dunia penulisan dan seharusnya kita tidak lagi terlalu canggung dengan hal itu,”sambungnya.
“Sehubungan dengan itu pula, pada hari ini kita sama-sama belajar tentang berbagai macam teknis penulisan untuk semakin memperlancar dan memperhalus gaya penulisan kita sehingga tidak hanya form-A saja yang dapat kita hasilkan, tetapi juga artikel, buku, dan opini di media cetak,” sambungnya kembali.
Lebih lanjut, kepada para peserta, Arjuna memaparkan terkait dengan gaya penulisan straightnews, indepth, dan features. Ketiga gaya penulisan yang minimal harus dikuasai dasar-dasarnya oleh jajaran pengawas Pemilu.
Gaya penulisan straightnews adalah gaya penulisan berita yang menyajikan informasi secara langsung, obyektif, dan tanpa opini atau interpretasi pribadi. Biasa dipakai dalam pemberitaan di media cetak dan media online.
Sementara itu gaya penulisan indepth adalah gaya penulisan yang menyajikan informasi secara mendalam dan detail tentang suatu topik atau isu. Ciri-ciri tulisan bergaya indepth antara lain mengandung analisa, detail, konteks yang luas, menggunakan wawancara dengan narasumber yang relevan, dan hasil dari penelitian yang mendalam.
Sedangkan gaya penulisan features adalah gaya penulisan yang penyajiannya menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal, lebih santai, namun tetap mendalam dengan gaya bahasa yang deskriptif dan naratif, pungkasnya.(*)