FISIPOL UGM DUKUNG PENGUATAN KELEMBAGAAN BAWASLU
|
BAWASLUSLEMAN-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendukung penguatan kapasitas dan wewenang lembaga pengawas Pemilu, baik pada saat tahapan Pemilu dan Pemilihan, maupun saat di luar tahapan.
BAWASLUSLEMAN-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendukung penguatan kapasitas dan wewenang lembaga pengawas Pemilu, baik pada saat tahapan Pemilu dan Pemilihan, maupun saat di luar tahapan.
Hal itu disampaikan oleh Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, S.IP.,M.PA.,Ph.D., saat menemui jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Sleman dalam sebuah audiensi yang berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban di Gedung Dekanat Fisipol UGM pada Rabu, 18 Juni 2025.
“Secara formal dan normatif, Saya melihat tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu pada saat tahapan Pemilu dan Pemilihan selama ini sudah cukup baik,” tuturnya.
“Namun demikian, seharusnya tidak berhenti pada yang bersifat formal dan normatif semata. Berbagai aspek sekaitan dengan tupoksi Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu dan Pemilihan masih perlu dikuatkan dan ditingkatkan lagi, terutama pada masa non-tahapan agar kewenangannya benar-benar menyentuh substansi dari hal-hal yang harus diawasi. Mempunyai daya paksa atas putusan yang dikeluarkan dan dapat mengawasi pelaksanaan kedaulatan rakyat secara penuh,”sambungnya.
“Jika partai politik atau peserta Pemilu dan Pemilihan dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk Pemilu dan Pemilihan selanjutnya, bahkan lima tahun sebelumnya sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi, maka seharusnya Bawaslupun juga demikian. Lima tahun sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan berbagai macam program dan kewenangan yang diberikan untuk memberikan pendidikan politik kepada peserta Pemilu dan masyarakat guna mewujudkan hasil Pemilu yang benar-benar bersih dan berintegritas,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar, mengucapkan apresiasi atas sambutan ramah yang diberikan oleh pihak Dekanat Fisipol UGM kepada ia dan rombongan, audensi ini sebagai Langkah awal dalam membangun kolaborasi antara civitas akademika dengan Bawaslu, kedepan peningkatan literasi kepengawasan pemilu dan pemilihan, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengawasan partisipatif serta kajian ilmiah semacam focus group discussion (FGD) dengan tema kepemiluan dapat intensif dilakukan guna meneguhkan peranan pengawas pemilu di bumi sembada masih sangat dibutuhkan.
Arjuna juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Fisipol UGM terkait dengan upaya, saran, dan masukan untuk menguatkan tupoksi dan kewenangan lembaga pengawas Pemilu.
“Dukungan dari pihak akademisi dan universitas tentunya sangat berarti bagi keberlangsungan Bawaslu. Kamipun berharap dengan semakin kuatnya posisi Bawaslu secara lembaga dan secara politis, maka semakin berkualitas juga sistem demokrasi dan Pemilu kita kedepannya,” ujar lulusan S-2 Hukum UMY ini.(*)