Anggota Bawaslu Sleman Ajak Jajarannya Untuk Teladani Santri dan Ulama
|
BAWASLUSLEMAN-Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, mengajak pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman untuk meneladani sifat-sifat santri dan ulama saat menjadi pembina apel rutin setiap awal pekan pada Senin, 27 Oktober 2025.
BAWASLUSLEMAN-Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Raden Yuwan Sikra, mengajak pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman untuk meneladani sifat-sifat santri dan ulama saat menjadi pembina apel rutin setiap awal pekan pada Senin, 27 Oktober 2025.
Yuwan menyampaikan, terinspirasi dari peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu, terdapat tiga sifat santri dan ulama yang dapat ditiru dan diteladani oleh jajaran pengawas Pemilu dalam menjalankan ketugasannya. Ketiga sifar itu adalah amanah atau integritas, berani menegakkan kebenaran, dan rela berkorban untuk kemajuan bangsa dan negara.
“Pada bulan Oktober hingga November tahun 1945, setelah K.H. Wakhid Hasyim mengeluarkan fatwa resolusi jihad, para santri dan alim-ulama di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya bergerak ke Surabaya untuk melawan tentara Inggris yang diboncengi oleh NICA,” tuturnya.
“Tujuan mereka tentu saja ingin kembali menguasai dan menjajah tanah air kita. Untuk itu, para santri dan ulama saat itu membulatkan tekad untuk berjuang fi sabilillah melawan ketidakadilan dan kedzaliman. Mereka dalah orang-orang yang memiliki integritas terhadap tanah airnya, berani membela kebenaran, dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya,” lanjutnya.
“Sifat-sifat yang Saya sebutkan tadi tentunya dapat kita aplikasikan ke dalam profesi kita sebagai seorang pengawas Pemilu. Integritas kita turut mementukan hasil dan kualitas dari Pemilu itu sendiri. Dalam melakukan pengawasan tahapan kampanye, kita harus berani menegakkan aturan dan keadilan tanpa tebang pilih. Sedangkan dalam setiap ketugasan yang kita jalankan, kita harus menjalankannya dengan kerelaan hati dan tulus Ikhlas tanpa melihat dulu apa yang akan kita peroleh ketika menjalankan tugas itu,” pungkasnya.
Apel Senin pagi yang diselenggarakan di halaman Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman diikuti oleh seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat. Bertindak sebagai pemimpin apel adalah Nur Hendi Widyatmoko. Pembawa acara, Lupita Ayu Laksmi, ajudan dan pembawa teks Pancasila, Eko Cahyo Pambudi, pembaca Pembukaan UUD 1945, Siti Nur Mahmudah, pembaca teks Panca Prasetya Korpri, Lukman Arse Mubarok, dan pembaca doa adalah Tri Kuncoro Prasetyo Hutomo.(*)